Butuh,(purworejo.sorot.co)--Banyak adat tradisi yang dilakukan masyarakat untuk memperingati datangnya tahun baru Islam atau tahun baru Hijriah. Salah satunya yang masih lestari adalah tradisi Merti Desa yang diadakan oleh warga Desa Wonorejo Kulon, Kecamatan Butuh. Jumat (22/09/2017) kemarin, tepat saat hari pertama pada tahun anyar dalam kalender Islam, warga menggelar kenduren yang dihelat di petilasan Sabdo Palon Noyo Genggong yang berdampingan dengan makam Mbah Ketiboyo.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa Wonorejo Kulon, Wagimun Sukono mengatakan, kegiatan Merti Desa merupakan agenda tahunan desa yang dilaksanakan setiap datangnya tahun baru hijrah. Hari yang dipakai untuk pelaksanaan kegiatan tersebut yaitu Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon.
"Ini ada tradisi yang sudah turun temurun di desa kami," ungkapnya.
Dipaparkan lebih lanjut, dalam tradisi tersebut semua warga masyarakat berkumpul di Joglo Petilasan Sabdo Palon Noyo Genggong dengan membawa makanan atau camilan. Makanan dan camilan tersebut setelah selesai acara kenduri maka kemudian ditukar dengan makanan milik warga lain yang melambangkan kebersamaan dan gotong royong warga.
"Makanan yang berupa hasil bumi tersebut akan didoani oleh Kyai," lanjut dia.
Ditanya terkait, makna filosofi yang terkandung di dalam peringatan tersebut, Wagimun menjelaskan bahwa merti desa merupakan wujud syukur kepada Allah karena telah memasuki tahun baru hijrah. Selain itu juga sebagai arena bertemu pimpinan desa dengan masyarakat, untuk menyampaikan informasi maupun juga menyerap aspirasi warga masyarakat.
"Harapan kami ke depan desa Wonorejo Kulon menjadi tempat wisata budaya dan wisata religi," pungkasnya.
